Waspadai Bahaya pada Penggunaan Lensa Kontak

by Shinta Melianasari

Antara kebutuhan dan penunjang penampilan, itulah dua alasan penggunaan lensa kontak yang sering kita dengar. Bagi mereka yang penglihatannya sudah tidak optimal namun kurang nyaman menggunakan kacamata, lensa kontak adalah sebuah kebutuhan. Bagi mereka yang menginginkan tampil beda, lensa kontak adalah penunjang penampilan. Warna-warna cantik lensa kontak membuat mata terlihat lebih menarik. Jika Anda pengguna lensa kontak, baik untuk alasan yang pertama ataupun yang kedua, ada hal-hal yang harus diwaspadai. Penggunaan lensa kontak secara sembarangan bisa menyebabkan infeksi ringan hingga kebutaan.
Semakin banyak pengguna lensa kontak, semakin banyak pula lensa kontak yang dijual bebas. Namun, perlu diperhatikan bahwa berdasarkan studi terbaru, terbukti bahwa lensa kontak yang banyak diperjualbelikan secara bebas berpotensi menimbulkakn efek buruk pada mata. Khususnya yang dibeli tanpa konsultasi dengan dokter. Jangan menyepelekan masalah ini, karena mata kita taruhannya.

Dr Hendrian D. Soebagyo, Spm yang merupakan seorang dokter spesialisasi mata mengatakan bahwa setidaknya 50% dari pasien yang ditanganinya mengalami gangguan mata karena masalah lensa kontak yang terkontaminasi amuba. Sedang 1% pasien menderita gangguan parah hingga kebutaan permanen. Hal ini disebabkan para pasien tidak memilih dan menggunakan lensa kontaknya secara benar. Gangguan mata yang diakibatkannya dapat berupa iritasi ringan, peradangan pada selaput lendir, alergi, pembengkakan, kerusakan kornea mata, hingga kebutaan.


Iritasi ringan dapat sembuh secara total. Namun, banyak pula kasus infeksi akibat lensa kontak menyebabkan bekas luka pada kornea. Bekas luka yang cukup parah disebut lecoma. Lecoma ini akan sangat mengganggu penglihatan, bahkan bisa berujung pada kebutaan. Jika mata sudah buta, maka tidak ada jalan lain yang bisa dilakukan selain operasi kornea. Padahal mencari donor kornea untuk mata kita tidaklah mudah.

Meski sudah memilih lensa kontak yang berkualitas baik berdasarkan rekomendasi dokter, tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan lensa kontak. Sehingga, bahaya terhadap mata bisa dihindari. Tidak tidur memakai lensa kontak, tidak memakai lensa kontak terlalu lama, rutin mencuci lensa dengan larutan pembersih khusus, dan menggosok lensa saat mencucinya adalah hal-hal umum yang harus diperhatikan pengguna lensa kontak. Mencuci dan sekaligus menggosok lensa kontak secara rutin membantu meminimalisir adanya perkembangan bakteri penyebab infeksi. uniqhealth.com
Read More »

Lima Jurus Atasi Cegukan

by Shinta Melianasari

Semua orang pasti pernah cegukan. Ada banyak faktor yang memicu kontraksi otot diafragma yang muncul dengan interval cukup teratur ini.

Seperti dikutip dari Kids Health, cegukan terjadi akibat gangguan diafragma, lembaran otot yang memisahkan rongga perut dan paru-paru.

Gangguan yang terjadi memicu masuknya udara ke dalam paru-paru disertai menutupnya klep tenggorokan (epiglotis) secara tiba-tiba. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan bunyi cegukan.
Malu cegukan di tempat umum
Cegukan umumnya muncul akibat menelan udara berlebihan, minum minuman bersoda atau alkohol, stres, makan terlalu cepat, tertawa berlebihan, perubahan suhu lambung mendadak akibat minum air dingin lalu panas, atau peregangan saluran cerna.

Cegukan normalnya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa menit. Namun, dalam beberapa kasus, cegukan berlangsung lama, sehingga membuat aktivitas tak nyaman. Jika mengalaminya, coba redakan dengan cara ini, seperti dikutip Times of India:
  • Cara terbaik mengatasi cegukan adalah relaks sembari mengontrol ritme pernapasan.
  • Minum air putih yang banyak, setidaknya dua sampai tiga gelas air langsung tanpa jeda.
  • Mengulum permen atau menelan madu.
  • Potong lemon menjadi dua, isap sarinya.
  • Tenangkan pikiran.
Jika masih belum teratasi hingga berjam-jam, coba konsultasi dengan dokter. Perawatan untuk cegukan biasanya agak kompleks. Dokter mungkin akan melakukan tes darah, EKG, dan x-ray di bagian dada untuk mendeteksi penyakit tertentu. kosmo.vivanews.com
Read More »

Redakan Batuk dengan Obat Herbal

by Shinta Melianasari

Buruknya cuaca pada saat ini menyebabkan timbulnya berbagai penyakit seperti demam, pilek dan yang paling umum adalah batuk. Untuk mengatasi, biasanya obat warung jadi andalan.

Padahal obat herbal mampu mengatasi hal ini.Menurut ahli herbal Departemen Farmasi FMIPA UI, Abdul Mun'im, ada beberapa obat herbal yang sudah teruji klinis aman dan berkhasiat untuk mengobati batuk.

"Obat herbal mulai banyak digunakan karena bebas dari zat kimia dan diolah dengan cara memenuhi standar. Sehingga, tidak menimbulkan efek samping dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama," ujar Mun'im saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta.

Jahe
Kombinasi bahan-bahan herbal yang tepat, menurut Mun'im, juga memiliki mekanisme yang saling melengkapi. "Ada herbal yang berfungsi sebagai pengencer dahak, menekan refleks batuk, sampai meningkatkan daya tahan tubuh," katanya.

Untuk mengatasi batuk pada pada anak pun, bisa menggunakan obat herbal yang sudah teruji klinis. Obat herbal ini biasanya terdiri dari bahan-bahan yang dipakai untuk mengatasi batuk, seperti jahe, jeruk nipis, kencur, daun thyme, mint, dan akar manis.

Kombinasi ekstrak bahan herbal, bisa memberikan rasa hangat dan melegakan tenggorokan. Selain itu bahan herbal umumnya memiliki sifat antiradang sehingga bisa mengatasi batuk pada sumbernya, yakni peradangan di saluran napas. Obat herbal ini bisa Anda jadikan alternatif untuk mengusir batuk yang menggangu. kosmo.vivanews.com
Read More »

6 Manfaat Kesehatan dari Menangis

by Shinta Melianasari

Manusia menangis karena alasan yang berbeda dan berdasarkan emosi yang berbeda, bisa karena rasa sakit, sedih, kehilangan, frustrasi, atau ketakutan. Di sisi lain, air mata juga bisa memberikan manfaat dalam menjaga kesehatan seseorang.

"Air mata hanya salah satu dari banyak keajaiban yang bekerja dengan baik sehingga kita bisa mengeluarkanya setiap hari," kata Dr Gerald R. Bergman, profesor di Medical University of Ohio dan instruktur di Divisi Seni & Ilmu Pengetahuan Northwest State Community College di Archbold, Ohio.

Terlepas dari emosi dan alasan yang mendasari, menangis sering membuat orang merasa lebih baik. Penelitian menunjukkan bahwa 88,8 % orang merasa lebih baik setelah menangis, dan hanya 8,4 % merasa lebih buruk.

Seperti dilansir New York Times, Jumat (3/2//2012), berikut adalah manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari menangis.

6 Manfaat Kesehatan dari Menangis

1. Membantu Melihat
Fungsi dasar air mata adalah memungkinkan manusia untuk melihat. Air mata tidak hanya melumasi bola mata dan kelopak mata, tapi juga mencegahnya agar tidak kekeringan. Jika tidak dilumasi dengan baik, maka mata tidak dapat melihat.

2. Membunuh Bakteri
Air mata sebeanranya adalah zat antibakteri dan antivirus yang bekerja melawan semua kuman dari tempat-tempat yang dikunjungi. Air mata mengandung lisozim, cairan anti kuman yang dapat membunuh 90 - 95 % bakteri hanya dalam 5-10 menit.

3. Menyingkirkan Racun
Ahli biokimia bernama William Frey telah meneliti air mata dan menemukan bahwa air mata yang terbentuk ketika mengalami kesedihan lebih beracun dari air mata yang terkena debu atau iritasi. Ternyata, air mata tersebut mengeluarkan racun dari tubuh yang terbentuk karena stres.

4. Meningkatkan Suasana Hati
Terlalu banyak kadar zat mangan (Mn) dapat menyebabkan hal-hal buruk seperti: kecemasan, kegelisahan, lekas marah, kelelahan, agresi, gangguan emosional, dan seluruh perasaan negatif lainnya. Menangis menurunkan kadar mangan seseorang. Air mata yang keluar ketika sedih mengandung konsentrasi protein 24 % lebih tinggi dan dapat mengangkut molekul mangan yang beracun.

5. Menurunkan Stres
Air mata memiliki fungsi seperti keringat dalam berolahraga, maka menangis baik untuk meredakan stres. Air mata mengurangi beberapa bahan kimia yang muncul dalam tubuh karena stres seperti endorfin, leusin-enkaphalin, dan prolaktin. Tapi di satu sisi, air mata juga dapat meningkatkan tingkat stres dan memperparah penyakit yang diakibatkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan maag.

6. Menarik Simpati dan Mendekatkan Diri dengan Orang Lain
Air mata secara dramatis dapat mengubah pendangan seseorang dan menyatukan orang dengan cara yang tulus. Air mata dapat memecah dinding emosional dan hambatan mental dalam diri sendiri terhadap orang lain. detikhealth.com
Read More »

Manfaat Mandi dengan Air Hangat

by Shinta Melianasari

Pemanas Air kini semakin banyak digunakan oleh orang awam, bukan lagi di hotel ataupun penginapan mewah seperti dulu. Pemanas air watau water heater yang digunakan oleh sebagian orang bukan hanya sebagai gaya hidup tapi ternyata jika kita mandi dengan air panas memiliki manfaat bagi kesehatan. Banyak Sekali manfaat yang bisa kita dapatkan, diantaranya :
  1. Menghindari kulit kering, dengan mandi menggunakan air hangat akan membuka pori-pori kulit sehingga bila kita menggunakan pelembab atau body lotion maka akan memaksimalkan kerja pelembab.
  2. Sembuhkan batuk, karena dengan menghirup uap panas selama 10-15 menit bisa membantu kita menghilangkan phlegm, yang menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan membuat kita batuk.
  3. Mengobati migrain, Air hangat bisa membuat peredaran darah kita lancar sehingga secara otomatis dapat mengurangi sakit kepala.
  4. Hilangkan stress dan insomnia, dengan mandi menggunakan air hangat akan membuat otot relaks dan peredaran darah menjadi lebih lancar.
  5. Para penderita diabetes yang menghabiskan waktu selama setengah jam berendam dalam air suam / hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sebesar 13 %.
  6. Penelitian di Jepang menunjukkan 10 menit berendam dalam air panas dapat memperbaiki kesehatan jantung, terutama untuk lelaki.
  7. Merendam kaki ke dalam air panas dapat membantu menyembuhkan dari selesma, sakit kepala dan membantu menyegarkan kembali kaki yang lelah. aprilnatalina.blogspot.com
Read More »

Obat-obat Jerawat ala Rumah

by Shinta Melianasari

Jerawat seringkali menyebalkan karena dapat merusak penampilan wajah dan menurunkan rasa percaya diri. Dalam kasus yang ringan, jerawat bisa diatasi hanya dengan ramuan-ramuan yang ada di rumah Anda. Apa saja?

Jerawat terbentuk ketika folikel di bawah kulit tersumbat. Kebanyakan jerawat terbentuk pada wajah, leher, punggung, dada dan bahu. Jerawat dapat muncul pada kulit siapa pun, tetapi paling sering muncul pada kulit remaja dan dewasa muda. Jerawat tidak berbahaya, namun dapat menimbulkan bekas.

Jerawat dapat meninggalkan bekas hitam atau bahkan bekas cekung di kulit, namun beberapa ramuan ala rumah dapat mengobati jerawat dengan cara mudah, seperti dilansir Lifemojo, Selasa (24/1/2012):

1. Madu
Madu memiliki kombinasi vitamin dan mineral, yang semuanya diperlukan untuk kulit mulus. Menerapkan madu dicampur dengan jus lemon pada bekas jerawat dapat membantu dalam menyingkirkan noda-noda bekas jerawat di kulit.

Ketika dioleskan pada luka atau infeksi, hidrogen peroksida yang terkandung di dalam madu juga akan dikeluarkan ke kulit, yang bertindak sebagai antiseptik. Dilansir DermaNetNZ, hidrogen peroksida yang terbentuk ketika madu diencerkan dapat menyembuhkan luka termasuk infeksi jerawat.

2. Lemon
Lemon bertindak sebagai agen pemutih alami pada kulit. Oleskan jus lemon dengan sepotong kapas pada bekas jerawat. Ini akan mengurangi melanin dari daerah yang terkena dan memudarkan warna kulit yang menghitam. Tapi jus lemon dapat menyebabkan kulit menjadi kering, sehingga jangan lupa untuk menggunakan pelembab setelah menggunakan lemon.

3. Tomat dan Mentimun
Tomat dan mentimun membentuk kombinasi yang baik sebagai pemutih alami dan antioksidan. Efek gabungan dari sayur ini membantu dalam mendapatkan kulit yang lebih cerah dan memudarkan bekas jerawat.

4. Putih telur
Putih telur memiliki jumlah protein yang baik serta vitamin penting dan mineral lainnya yang membantu dalam menyingkirkan jerawat dan bekas jerawat, serta dalam memproduksi efek menguntungkan pada keseluruhan kulit.

5. Kunyit
Kandungan zat pewarna kuning (curcumin) pada kunyit diyakini memiliki sifat anti-inflamasi (anti-peradangan), antiseptik, dan pengeringan, yang semuanya dapat membantu mengobati jerawat.

Anti-inflamasi bila diterapkan secara topikal, dapat membantu mengurangi kemerahan dan iritasi yang terkait dengan jerawat. Sementara antiseptik membantu membersihkan kulit dari kotoran yang menyebabkan jerawat. detikhealth.com
Read More »